Selasa, Oktober 20, 2015

CATATAN HARIAN GURU HONORER

Catatanq Hari ini Rabu, 21 Oktober 2015

CATATAN HARIAN SEORANG GURU HONORER..............

Dalam setiap perkembangan sebuah peradaban, khususnya dalam dunia pendidikan pasti sudah banyak perubahan-perubahan yang dirasakan oleh setiap orang, khususnya orang-orang yang selalu berkutat didalamnya, salah satunya orang itu adalah aku sendiri...

Dalam Dunia pendidikan banyak sekali hal yang sudah tentu mengarah pada makna pendidikan itu sendiri yang sekarang ini sudah terdegradasi dengan peradaban serba modern, tetapi sipelakunya sendiri masih belum, atau bahkan tidak menyadari itu semua.

Disini aq mencoba tuk bisa berbagi dengan teman-teman semua,.......pengalaman-pengalaman yang aq dapatkan selama 17 tahun aq mengabdikan diri menjadi seorang Guru dan guru itu adalah Guru Swasta yang nota benenya masih jauh dari kelayakan dilihat dari omzet yang didapatkan, dibandingkan dengan guru-guru yang sudah bertaraf Nasional.

Hari ini, saat aq mengajar ada sebuah catatan khusus yang aku rangkaikan dalam blog ini, saat semua orang yang punya visi dan misi maju kedepan seiring kemajuan zaman yang begitu pesat, terlihat juga sisi yang mengenaskan dalam mainsheet anak-anak didik aku. banyak diantara mereka yang masih belum mengerti akan hakekat dan tujuan dari mereka bersekolah,....
yang ada dibenak mereka "sing penting sekolah" / "pokok'e sekolah" masa depan mah urusan belakang. kata - kata inilah yang sering mereka lontarkan tatkala dalam sebuah pembelajaran dikelas dan tatkala mereka diberikan nasehat-nasehat yang baik dan motivasi tuk bisa bangkit dan maju.

Sampai kapankah ini semua bisa berakhir,....siapa yang salah.....tentunya kita semua yang bersalah....
dimana salahnya.....tentunya diri kita sendiri yang bisa menjawabnya.

Rabu, Juli 01, 2015

Belajar Memahami Ayat Qauniyah Allah



Belajar Bersama Memahami Ayat Qauniyah Allah di Alam ( Bag. 1 )

Assalamualaikum, ….. Wr……Wb.

Dalam Al Qur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya.

Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal,
 
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.  (QS. Ali 'Imraan, 3:190-191)

Di banyak ayat dalam Al Qur'an, pernyataan seperti, "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?", "terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal," memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini:

11. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. An-Nahl, 16:11)

Marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.
Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu? Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon? Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan. Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah.
Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita. Atau untuk lebih tepatnya, terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun, apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa?
Tak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki kemampuan membuat sebatang pohon. Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam sebuah (QS. Al-An'aam, 6 :  ayat 59). disebutkan:

59. dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhil Mahfudz)"
Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam (QS. Al-An'aam, 6 : ayat  95) Allah Juga menyatakan :

95. Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, Maka mengapa kamu masih berpaling?
Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana", maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.

Kesimpulan :
Dengan Keterangan dan Penjelasan yang terdapat dalam Firman Allah Diatas, Akankah kita Masih setengah-setengah dalam meyakini Kekuasaan Allah dan Keberadaan Allah Yang SesungguhNya. Dan Yang Menjadi Pertanyaan Bagi Diri Kita sendiri adalah “Kemanakah Pilihan Hidup Kita yang akan Kita Jalani ? Akankah kita memilih Jalan yang sudah Diberikan Petunjuk OlehNya atau Malah Kita akan Menjadi Orang yang Mengingkari Semua Kebesaran, Kekuasaan dan Nikmat2 yang Telah diberikan OlehNya Kepada Kita Semua. (Life Is The Choiche). Semoga Manfaat & Dan Semoga Allah selalu Membimbing Kita dalam kehidupan Sehari-hari kita Tetap ada di JalanNya. Amin.
Nun Wal Qolami Wala Yasturun, Wassalamualaikum….Wr……Wb.

Jumat, Agustus 22, 2014

SENI RUPA (PENGETAHUAR)



Pengetahuan Dasar Seni Rupa
  1. Titik dan bintik adalah unsur rupa pertama yang merupakan awal dari pengembangan unsur rupa lainnya seperti: garis, wujud/raut, bentuk, bidang dan unsur-unsur rupa lainnya yang lebih kompleks/rumit struktur bentuknya.
  2. Garis adalah rangkaian titik yang terjalin memanjang menjadi satu. Garis terdiri dari berbagai jenis, sifat atau kualitas yang dapat digunakan dari berbagai arah untuk memvisualisasikan gagasan tentang sesuatu bentuk sesuai imajinasi dan persepsi seseorang.
  3. Rangkaian beberapa garis akan menghasilkan bentuk (dua dimensi) dalam rupa gambar. Bentuk dalam pengertian tiga dimensi adalah unsur seni rupa yang terbentuk karena ruang atau volume.
  4. Bidang merupakan unsur rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis. Bidang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu bidang horizontal, vertikal dan melintang.
  5. Secara kimia warna merupakan unsur rupa yang terbuat dari pigmen (zat warna). Sedang secara fisika warna terbentuk dari unsur cahaya. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu kelompok warna primer, sekunder, dan tersier.
  6. Warna primer (pertama) adalah warna pokok, bukan terbuat dari campuran warna lain mana pun. Kelompok warna sekunder (kedua) terbentuk dari campuran warna primer dan warna primer lain. Warna tersier (ketiga) terjadi dari campuran warna sekunder dengan warna sekunder lain atau dengan warna primer.
  7. Tekstur adalah sifat permukaan bahan dari suatu benda atau bidang. Tekstur dapat dibedakan antara: tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur semu pada karya seni rupa dua dapat dibuat dengan teknik pulas warna, teknik cetak/ dicap, teknik tempel. Sedang tekstur nyata dapat dibuat dengan teknik gurat, cukil, pahat, dan lain-lainnya (sesuai jenis bahan yang digunakan).
  8. Kesatuan merupakan prinsip seni yang menjadikan unsur-unsur rupa dari suatu karya seni rupa terlihat tertata dengan selaras. Meskipun bentuk dan warnanya bervariasi namun tidak ada unsur-unsur yang terlihat berlebihan atau terlalu menonjol. Secara keseluruhan tampak utuh.
  9. Untuk menciptakan keseimbangan dalam suatu karya seni rupa tri matra diperlukan kepekaan dalam mengatur kesebandingan dan keserasian bobot dari volume benda pada satu bagian dengan bagian lainnya. Keseimbangan pada karya seni rupa dwi matra dapat terbentuk dari pengaturan bentuk yang memiliki warna dan ukuran yang bervariasi. Misalnya, warna yang terang/cerah akan terkesan lebih ringan, sedang warna-warna gelap terkesan lebih berat.
  10. Irama adalah perulangan dari unsur-unsur yang ditata berdasarkan variasi unsur-unsur rupa. Jenis perulangan misalnya: perulangan sejenis (repetitif), perulangan alternatif dan perulangan progresif.
  11. Variasi perulangan dapat dibentuk melalui : perbedaan intensitas warna, perbedaan ukuran, perbedaan jarak atau posisi dari objek. Walau ada perbedaan namun tetap diupayakan tertata dengan teratur.
  12. Proporsi atau perbandingan adalah keselarasan atau keserasian perbandingan ukuran antara satu bagian dengan keseluruhan bentuk. Misalnya, keserasian proporsi kepala dengan bagian tubuh lainnya pada gambar manusia.
  13. Pusat perhatian merupakan upaya menghadirkan unsur rupa yang menonjol atau menarik sebagai aksentuasi agar karya seni rupa tampil lebih menarik.
  14. Keserasian merupakan prinsip seni yang mengutamakan unsur keharmonisan tatanan unsur-unsur rupa. Keserasian dapat terbentuk dari unsur-unsur yang berbeda tetapi perpaduan unsur tersebut terlihat saling mendukung dan artistik.
  15. Proses kreasi bermula dari tahap proses mental (rasa dan karsa) berlanjut pada proses dan bentuk fisik (cipta dan karya).
Keterampilan Seni Rupa
Keterampilan seni rupa terbagi menjadi
  1. keterampilan berkarya dwi matra, meliputi:
    1. Jenis atau ragam gambar. Gambar menempati peran yang sangat penting sebagai media ekspresi dan untuk mengomunikasikan gagasan desain. Setiap jenis gambar memiliki karakteristik dan prinsip estetik yang berbeda sesuai dengan fungsi dan tujuannya.
    2. Media Gambar. Jenis media gambar yang dapat digunakan tergantung pada jenis gambarnya.
    3. Teknik dan prosedur. Teknik yang dipergunakan dalam membuat karya seni dwi matra sesuai dengan jenis karya dan bahan serta alat yang dipergunakan.
    4. teknik berkarya dwi matra, di antaranya adalah teknik pulas, semprot, mozaik, kolase, inlai, patri, ukir, gores, cetak tinggi, cetak dalam, cetak saring, selup dan sulam.
  2. Menggambar ragam hias.
    Menggambar ragam hias merupakan proses menggambar motif hias untuk berbagai fungsi dekoratif
    1. corak ragam hias dapat diklasifikasikan ke dalam geometris, organis, natural dan perpaduannya.
    2. Warna ragam hias menempati peran yang penting dalam ragam hias.
    3. Keterkaitan corak ragam hias dengan teknik bentuk corak yang terdapat dalam ragam hias tekstil sering kali dipengaruhi oleh alat dan teknik yang digunakan dalam membuat motif.
    4. Kegiatan menata pola ragam hias menentukan keindahan tekstil yang dihasilkan.
    5. Memilih corak ragam hias dapat disesuaikan dengan teknik yang dipilih.
    6. Membuat pola ragam hias pada rancangan tekstil unsur bentuk, warna dan tekstur tidak dapat dipisahkan.
    7. Membuat komposisi pola ragam hias adalah kegiatan yang dilakukan setelah membuat pola ragam hias.
  3. Menggambar bentuk.
    Menggambar bentuk merupakan proses pengamatan dan penggambaran objek di atas bidang dua dimensi melalui suatu media gambar dengan berbagai ketentuan.
    1. dalam kegiatan menggambar, objek sering disebut benda atau model. Benda dibedakan menjadi bentuk kubistis, silindris dan bebas. Sedangkan model biasanya objeknya adalah manusia.
    2. Prinsip menggambar bentuk adalah perspektif, proporsi, komposisi, gelap-terang, bayang-bayang.
    3. Teknik menggambar bentuk antara lain: linear, blok, arsir, dusel, pointilis, aquarel, plakat.
    4. Pendekatan menggambar bentuk yang dapat digunakan adalah pendekatan dengan model dan tanpa model.
    5. Langkah-langkah dalam menggambar bentuk:
      1. pengamatan
      2. membuat sketsa
      3. menentukan gelap-terang
      4. menentukan teknik
      5. sentuhan akhir.